Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2018

Masjid Tertua di Jerman Ada di Berlin

Gambar
Masjid tertua di Jerman yang segera direnovasi memiliki cerita tersendiri dalam mengarungi zaman. Masjid yang terletak di distrik Wilmersdorf, Berlin ini dibangun pada 1928 dan mampu menampung sekitar 400 pengunjung. Masjid Berlin punya dua menara, masing-masing setinggi 35 meter. Kubahnya setinggi 26 meter dengan diameter 10 meter. Ornamen oriental mudah dikenali dan membuat takjub, Meski demikian, masjid ini sebenarnya memiliki model India. Dilansir Rabwah Times, Jumat (20/4), bangunannya dibangun dengan gaya mogul. Sehingga ia mudah dikenali di tengah bangunan sekitar bergaya Eropa. Perlahan, gaya arsitektur Eropa mulai mempengaruhi setiap perbaika. Teknologi dan material yang digunakan mengadaptasi dari konstruksi solid konvensional Jerman. Masjid ini mengombinasikan gaya khas masjid dengan tradisi Jerman. Penampilan batu bata, langit-langit terang dan kontruksi atap dari kayu dipadukan dengan dekorasi padat, menara, warna-warna teran di bagian interional, hingga kekayaan o...

Kisah Hamka Menghijrahkan Centeng

Gambar
Oleh: Yusuf Maulana *) Masa-masa awal berdirinya Masjid Al-Azhar, seorang centeng penjaga masjid mudah dikenali jamaah. Tak terkecuali oleh sang imam rawatib masjid agung di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Buya Hamka. Sang centeng sudah dimaklumi setia dengan tugasnya meski sayangnya ia tidak pernah tampak bersujud di dalam masjid. Padahal, ia tinggal di perkarangan masjid tersebut! Belum kenalnya shalat sang centeng menjadi keprihatinan tersendiri bagi Buya Hamka. Apa yang mesti diperbuat? Sampai suatu ketika nama sang centeng dimasukkan oleh jajaran takmir sebagai penerima zakat fitrah. Sebuah usaha yang kelak mengubah jalan hidup sang centeng, dari yang hanya setia bertugas di lingkungan masjid menjadi sosok yang taat pula beribadah. “Setelah fitrah diserahkan kepadanya, bukan main herannya dia,” cerita Buya Hamka dalam Tafsir Al Azhar surat al-Baqarah ayat 272. “Selama hidupnya dia belum pernah menerima fitrah.” Kebiasaan di kampung sang centen...
SEANDAINYA MEDSOS DIBLOKIR OLEH : HABIBULLAH HARAHAP Tidak terbayangkan jika medsos atau jejaring sosial benar-benar akan diblokir oleh pemerintah. Belum lama ini pemerintah melalui MENKOMINFO mengatakan akan memblokir sejumlah medsos dengan alasan pencegahan penyebaran konten radikalisme. Seperti halnya dengan pemblokiran telegram, menkominfo mengatakan bahwa alasan pemblokiran karena adanya konten bermuatan radikalisme dan terorisme yang beredar melalui Telegram, seperi bermuatan propaganda radikalisme, terorisme, paham kebencian, ajakan atau cara merakit bom, cara melakukan penyerangan, disturbing images, dan lain-lain yang bertentangan dengan peraturan perundang-undangan di Indonesia. Tidak menutup kemungkinan , bukan hanya telegram yg akan dilakukan pemblokiran oleh pemerintah, melainkan juga media-media sosial lainnya yg dianggap tidak mampu dalam mencegah penyebaran konten-konten bermuatan radikalisme dan terorisme juga akan ikut diblokir oleh pemerintah. Coba kita bayangk...